Langkah
Berdiri saja bukan mauku, keadaan membiarkanku berhenti pada langkah-langkah yang telah kuukir sejak lama. Bertahun-tahun menggali kualitas yang sungguh begitu susah kutemukan. Aku pernah merangkak lalu melangkah dan kemudian berlari, saat lariku sedikit lebih cepat, disitu pula kuciptakan lubang hitam penuh sesal pada masa depan yang masih jauh kedatangannya. Langkahku terhenti, padahal jiwa masih ingin berlari. Langkahku merayu jiwaku agar tak kuteruskan kala memahat jejak langkah yang kian sampai pada garis kemenangan. Ya, sekarang aku terhenti ditempat ini. Tempat sesak penuh desak, yang terkadang aku tak habis fikir adalah bagaimana bisa aku menemukan secelah rasa nyaman pada tempat tak aman seperti ini. Aku mampu berlari, sangat mampu. Namun aku terjebak, pada rasa nyaman yang tak aman.