Berteduh lalu beranjak
Aku tidak pernah tau kenapa kita dipertemukan. Kenapa harus denganku kau berbagi kisahmu. Semua terjadi begitu saja. Meski sebenarnya aku percaya,bahwa tak ada yang benar-benar terjadi begitu saja. Selalu ada yang merencanakan segala hal. Dia yang Maha perencana. Segala hal yang ada di dunia ini selalu atas kuasa dan ingin-Nya. Termasuk aku dan kamu akhirnya saling mengenal. Dekat. Lalu,berbagi banyak hal. Bahkan,(jika mungkin) rahasia paling rahasia yang kita punya.
Namun,satu hal yang pernah kita bicarakan. Kita adalah dua orang yang masih yakin bahwa bahagia itu tumbuh,meski berkali-kali seseorang ingin membunuhnya. Karena menurutmu bahagia adalah perihal pilihan diri sendiri. Aku mendengarkanya,mengamati setiap kata yang keluar dari papan ketik itu. Kau terlihat begitu kuat,bijaksana,meski aku tau bahwa kau begitu rapuh,bimbang atas apa yg seharusnya terjadi. Aku lihat lagi ada pesan baru,kau berucap bahwa kau menyerahkan semuanya pada-Nya,namun jika aku lihat,ada secercah harap yang kau ingini dari selembar cerita lalu.
Aku hanya ingin mengatakan bahwa pada dasarnya manusia hanya jago bersikap kuat. Dan,kadang memang harus terlihat kuat,meski sebenarnya tidak sekuat itu,apapun yang terjadi dulu dan hari ini. Tetaplah menjadi seseorang yang kukenal tangguh,meski dalam hatimu sedang begitu rapuh. Mungkin ini sudah saatnya untukmu,jika kau harus mengeluh,keluhkanlah seperlunya. Setelah itu bangunlah dan tatap langit luas itu sejenak,kemudian pejamkan mata,rasakan semilir angin sejuk berselimut doa yang membawamu untuk beranjak mengasingkan segala hal yang membuatmu resah.
Aku | 20/10/19
Komentar
Posting Komentar