Dia yang tak ku kenal
kulihat jarum jam berjalan lebih lambat dari biasanya,seakan tak dapat ku mengerti kapan hentinya waktu. Suasana semakin larut dalam kesunyian sembari menikmati alunan suara detik jam dinding itu. Kuamati setiap detakan jarum jam itu berjalan dan membawaku berfikir apa yang sudah aku lakukan?
Kupandang lagi jarum jam itu,dia berjalan semakin semangat,membuatku sadar bahwa aku masih sangat jauh terbelakang. Kuingin melangkah maju namun terhalang dinding kaca tembus pandang,aku melihat dari belakang kaca itu,melihat orang-orang melangkah maju,namun aku hanya diam tertahan. Seseorang dari arah yang sangat jauh berteriak agar aku pecahkan kaca itu dan mulai melangkah kembali,ketika ditengah-tengah perjalanan tanpa kusadari orang itu membawa kaca (bukan) tembus pandang,dia memberikanya padaku,dan memperlihatkan diriku sendiri,membuatku sadar dan melihat bahwa tubuhku sudah sangat kotor,dia mangarahkanku ke arah danau hijau sejuk itu agar aku membersihkan diriku,aku tenggelam sejenak dalam sejuknya danau itu,menikmati lembutnya sentuhan air yang menyejukan pikiran dan hati. Saat aku terbangun,kulihat disekelilingku sudah tidak ada siapa2,seseorang itu telah pergi,menghilang begitu saja bagai buih. seakan dia hanya petunjuk arah,mengarahkan ke jalan yang baik. Pikirku saat ini adalah aku bersyukur sekali sempat menemukan orang itu walau hanya sekilas melewatiku,aku berdoa mudah-mudahan seseorang itu selalu dalam keadaan baik. Dan saat itu tekadku melangkah maju menjadi sangat kuat. Tanpa siapapu,tanpa dukungan dari siapapun,hanya mengandalkan diri sendiri.
Aku | 20/10/19
Good
BalasHapusIrnapus ��☺️
BalasHapus